Indonesia dan Global Warming
Teman-teman tahu global warming? Sebagai mahasiswa Teknik Kimia, isu global warming pasti sudah berkali-kali Anda dengar. Entah dari media massa, teman, atau kuliah lingkungan tentunya. Bagaimanakah posisi Indonesia dalam isu global warming ini?
Sebelum melangkah lebih jauh, teman-teman pasti sudah tau apa itu global warming kan? Secara kasar, global warming dapat didefinisikan sebagai peningkatan temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Nah, apa yang menyebabkan temperatur bumi meningkat? Salah satu penyebabnya ialah peningkatan efek rumah kaca yang terjadi di bumi.
Pada dasarnya, efek rumah kaca menyebabkan atmosfir bumi menjadi hangat dan membuat bumi dapat ditinggali oleh makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan menjadi planet yang amat dingin. Sayangnya, efek rumah kaca tersebut mengalami peningkatan beberapa dekade belakangan ini. Itulah inti permasalahan global warming yang sedang digembar-gemborkan akhir-akhir ini. Adapun contoh gas-gas yang dapat menyebabkan efek rumah kaca ialah CO2, CH4, NOx, SOx, SF6, H2O, dan PFC.
Statistik Dunia
Peneliti lingkungan dan sains berpendapat bahwa manusia ialah penyebab utama global warming . Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir. Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961. Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.
Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir. Di Eropa, kepunahan spesies akan ekstensif. Sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi. Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Resiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat. Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.
Indonesia dan Global Warming
Indonesia menyumbang tujuh persen pencemaran dengan kadar karbon atau sebanyak 2,5 miliar ton CO yang berdampak pada terjadinya global warming . Hal ini terjadi karena laju dan tingkat penggundulan hutan di Indonesia mencapai satu juta hektar per tahun.
Rachmat Witoelar mengatakan bahwa global warming sedang menjadi isu sentral di berbagai belahan dunia. Salah satu penyebab global warming ini terkait kegiatan penebangan pohon di kawasan hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman pohon pengganti atau disebut deforestasi. Sektor kehutanan di seluruh dunia menyumbang sebanyak 20 persen atau sekitar 7,5 miliar ton kandungan CO, yang memicu terjadinya global warming . Dari angka tersebut, Indonesia menyumbang sepertiganya, atau sebanyak tujuh persen dengan total kontribusi sekitar 2,5 miliar ton CO.
“Untuk menekan pemanasan global yang berasal dari deforestasi, Indonesia perlu menekan laju penggundulan hutan yang sudah mencapai satu juta hektar per tahun. Jika berhasil, maka emisi akan berkurang 1,2 miliar ton CO.”
Saat ini, negara-negara di dunia yang tergabung dalam PBB sedang gencar membahas ancaman dan dampak global warming . Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Kyoto tahun 1997 silam, pada 3-14 Desember 2007 akan digelar Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim bertempat di Bali. Di sisi lain, masih ada sejumlah negara yang menolak untuk mengakui fenomena global warming, salah satunya Amerika Serikat dan Australia. Sampai sekarang, kedua negara tersebut masih belum bersedia untuk melaksanakan hasil pertemuan Kyoto Protocol. AS belum mau mengurangi pemakaian emisi gas buang dari bahan bakar minyak karena itu merugikan industri perminyakan yang setiap tahunnya menghasilkan 450 miliar dollar AS per tahunnya. Salah satu hasil dari Kyoto Protocol itu ialah Flexible Mechanism, sebuah metode yang dapat diterapkan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi industri.
Nah.. sebagai seorang mahasiswa Teknik Kimia, apakah yang harus kita lakukan? Sebenernya simple saja, yaitu mulai menanamkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari kita dan dalam pemikiran dan keilmuan Teknik Kimia kita. Bila teman-teman ingin merancang pabrik, jangan lupakan aspek pengolahan limbah dan lingkungannya. Walaupun kontribusi terbesar Indonesia dalam global warming ialah melalui deforestasi, di negara luar, emisi CO2 dari pabrik kimia memiliki kontribusi besar dalam peningkatan konsentrasi gas rumah kaca. Nahh.. siapa tahu kita nanti bekerja di luar negeri.. Hehe.. Mari sadar sebelum terlambat.
Sumber: Kompas Cyber Media, Wikipedia



(9 votes, 3.89/5)
hallo michael.
salam kenal.
kampanye tentang global warming ini sendiri memang lagi marak di indonesia. eh, global warming apa global warning ya? ini kampanye kira-kira bakal berhasil ga kalo dilihat dari orang-orang indonesia yang kurang aware terhadap masalah ini? bagaimana pendapatnya?
terima kasih.
harus marak dong di Indonesia.. kan KTT Global Climate Change nya diadain di Bali.. gak mungkin kan kalo kita tuan rumah lalu kita sendiri gak aware ama apa yang namanya Global Climate Change.. hehehe… malu-maluin banget.. hehe.. btw KTT nya lagi dalam proses kan.. tanggal 3-14 Desember ini..
hmm.. global warming apa global warning ya? mungkin lebih tepat global warming kali ya.. soalnya terminologi global warming itu maksudnya ialah pemanasan temperatur bumi secara global.. warning (=peringatan) nya juga global sih.. hehehe.. global warming warning mungkin? hehehe..
orang Indonesia kurang aware terhadap masalah ini karena memang awareness campaign nya kurang.. masih banyak orang yang bahkan gak tau sebenernya penyebab global warming itu apa.. malu-maluin banget kan kalo mahasiswa intelektual tidak mengerti.. terlebih lagi mahasiswa teknik kimia.. aduhhh… gak nyadar diri banget kalo ampe gitu sih! hehehe..
menurut statistik, global warming di Indonesia paling banyak dikontribusikan dari pembakaran hutan.. mungkin dibutuhkan peran pemerintah yang lebih lagi dalam bidang kehutanan di Indonesia.. berhasil gak ya? menurut saya sih besar kemungkinannya untuk berhasil.. asal pemerintah bisa mempertanggungjawabkan dan membuat suatu regulasi perlindungan lingkungan yang kuat DISERTAI dengan kesadaran masyarakat.. nah regulasi itu urusannya pemerintah.. sekarang tinggal kita sebagai masyarakat yang melakukan peran kita.. kampanye global warming lagi marak kan?? sampai majalah remaja yang judulnya HAI, KAWANKU, bahkan COSMOGIRL pun membahas global warming.. itu tandanya, peran kita sebagai masyarakat benar-benar dibutuhkan untuk mensukseskan kampanye global warming..
nah, apa konkritnya? gampang aja.. save the energy, save the world.. hehehe..
oya mau nambahin salah satu solusi lagi…
hemat kertas,
jadi pohon-pohon yang ditebang lebih sedikit,
dan semoga, pabrik-pabrik kertas menanam pohon sendiri untuk bahan baku mereka, jadi ga mengurangi jumlah pohon yang ada…
emm.. ayo waRga indonesia cegah global warming..
@Vipassi..
hehehe.. iya hemat kertas juga bisa jadi salah satu solusi.. pada dasarnya sih hemat segala-galanya dehh.. hehe.. hemat pangkal kaya! hehe..
@cinta.. eh sinta..
ayo! hehe.. jadi namanya siapa nih? cinta apa sinta? hahaha.. gak penting.. hehehe..
bener2..
walaupun cuma hal kecil, lakukan dan tularkan, heheh…
salah satu resolusi tahun baru gw (penting gak si…) :
1. tidak memakai sedotan waktu minum es teh, es jeruk..
gw pernah juga nyoba minum jus alpokat gak make sedotan, gak ngurangi kenikmatan kok, hehehe..
2. menolak kantong keresek semampunya..
LET’S SAVE THE EARTH =)
Sebenarnya sih penyebab global warming belum tentu 100% dari penigkatan kadar CO2 di atmosfir, memang sejak revolusi industri sampai sekarang kadar CO2 meningkat tajam dan diiringi peningkatan temperature rata2 bumi sebesar 1 degree F. Sampai saat ini pemakaian bahan bakar fosil sebagai penyumbang terbesar kenaikan CO2 belum bisa digantikan dengan bahan lain secara efective cost. Riset biorefining yng sekarang ini gencar dilakukan oleh Universitas terkemuka di dunia belum memperlihatkan hasil yang significant. Idealnya bahan bakar yang dipakai seperti untuk transportasi sebaiknya berasal dari biomass yang bisa diperbaharui kembali. Hanya saja teknologi lignocelluse biorefining belum ada yang efisien. Pemakaian biofuel pun secara kuantitatif sangat insignificant. Pada saat sekarang ini yang paling mungkin untuk mengurangi green house efect adalah tidak memakai green house gas yang mempunyai global warming potentialnya ribuan kali CO2 seperti SF6 dan yang lainnya. Pemakaian bahan bakar fosil dilakukan secara efisien seperti mobil hybride yang sangat hemat minyak. Pemakaian energi alternatif untuk pembangkit listrik seperti tenaga air, panas bumi, angin dan kalau memungkinkan tenaga nuklir. Kalau proved oil reserves di dunia tidak bertambah dan kunsumsi minyak tetap seperti sekarang ini apa sumber energi anak cucu kita setelah 50 tahun lagi?
ayooooooooooo.. cegah gLobal warming!!!
ini komplit
beritanya bagus
peran serta kita dlm mengurangi dampak global warming bs dimulai dr hal
kcl dlm khdpn sehari-hari…
misal na,,,
1. bw kantong plstk sndri kl pergi blnja…tengsin??gak jaman lg…
drpd bumi tmpt qt brpjk rusak…mending mana???
2. gak konsumtif..
btl jg semboyan “hemat pangkal kaya”…
dgn pola hdp hemat n brshja, kita gak ikt2an ngedorong proses produksi industri,
misal na industri pakaian, mjlh (esp. yg gak berbobot), yg notabene ngehasilin emisi
gas kaca…
msh byk lg deh..yg pasti tmn2 pada tw the right thing na msg2…
yuk,,,kita sama2 SAVE OUR EARTH…
gak cm bwt kita (yg dksh akal, ini hrs disyukuri bgt), tp bwt hewan n tmbhn yg
bergantung bgt ma alam..apa yg qt lakukan skr, slh ato bnr,,mereka yg ngerasain bgt akbt na…n mereka bs apa???
Let’s start from now….
We know that we can do that!!!!
ada beberapa fakta nyata berkaitan dengan global warming. Mari telusuri satu2. Tolong dikoreksi jika salah:
1. Jay Zwally, ilmuwan iklim dari NASA memperkirakan es di Arktik akan habis pada musim panas tahun 2012. Waktu kita sungguh tak banyak lagi.
2. Bulan Februari 2008 ini, bongkahan es Wilkins di Arktik, seluas sepertiga kota Jakarta, runtuh. Dan es sebesar ini tidaklah patah, melainkan hancur berkeping-keping, mengindikasikan adanya deposit gas metana yang ikut meledak keluar.
3. Dengan satu hari Nyepi, Pulau Bali menghentikan emisi sekurangnya 20,000 ton CO2.
hah? serius, dy? sekali Nyepi bali mengurangi ampe 20,000 ton CO2? wow. btw gua masih gak ngerti dengan hubungan es hancur berkeping-keping ama meledaknya gas metana.. hehe.. maksudnya gimana? ya logikanya kalo hancur kan tandanya ada gas (mungkin).. tapi kenapa harus metana?
y0w….
setuju. . .
selamatkan bumi, , ,
say no 2 global warming!!!!
Leave your comment!
1 Trackback/Pingback »
More articles from this category:
More articles from this author:
Browse categories
Most Viewed
Most Discussed
Most Emailed